7Keuntungan Pegadaian Dibanding Pinjaman Bank

7 Keunggulan Pinjaman Pegadaian Dibanding Kredit Keuangan Perbankan

By: Liza Fazira

Pinjaman uang di pegadaian memang menjadi salah satu pilihan sumber keuangan yang paling akrab di masyarakat sejak dahulu selain lembaga keuangan perbankan maupun koperasi.

Apakah Anda tahu slogan “Mengatasi Masalah Tanpa Masalah” ini milik siapa? Tentunya slogan tersebut begitu sangat familiar bukan? Slogan tersebut memang menjadi ciri khas dari pegadian yang merupakan salah satu lembaga keuangan milik pemerintah Indonesia.

Pegadian adalah lembaga keuangan Non-Bank yang memberikan pinjaman atau kredit kepada masyarakat dalam permodalan usaha atau kebutuhan individual.

Ada banyak keuntungan pegadaian dibanding pinjaman bank dalam hal pemberian kredit bagi debitur/peminjan. Dari sekian banyak masyarakat Indonesia, masih cukup besar anggapan bila meminjam uang di bank itu hal yang merugi karena prosesnya yang berbelit dan harus melalui prosedur survei kelayakan debitur.

Hal itupun saat ini masih menjadi bayang-bayang bagi para calon peminjam dana ke bank, beda dengan pegadaian yang lebih cepat proses pencairannya dan tidak membebani nasabah.

Keuntungan pengajuan pinjaman di pegadaian dibanding pinjaman di bank

Nah, untuk itulah tidak jarang bila masyarakat Indonesia khususnya golongan ekonomi menengah kebawah cenderung lebih memilih pegadaian sebagai alternatif pinjaman modal usaha.

Adapun keuntungan dari pegadaian sebagai alternatif kredit selain bank adalah sebagai berikut ini.

#1 Persyaratan kredit lebih ringan

Pengajuan pinjaman ke bank jauh relatif lebih lama bisa memakan waktu 2 hari, itu bila data Anda segera diverifikasi.

Namun bila mengantri karena data pengajuan pinjaman terlalu banyak, pastinya akan membuat proses pencairan lebih lama lagi. Itu jika data Anda di ACC oleh pihak bank sehingga pencairan bisa cepat dilakukan.

Proses lama dengan persyaratan yang cukup rumit inilah yang mambuat bank lebih lama dalam pencairan dana, sedangkan dalam pegadaian proses pengajuan pinjaman terbilang mudah. Sebab data yang dibutuhkan tidak terlalu banyak untuk dilengkapi.

#2 Tanpa perlu prosedur membuka tabungan

Sebuah bank secara umum mensyaratkan untuk membuka rekening tabungan bagi orang yang ingin mengajukan kredit atau pinjaman.

Dan hal tersebut tentunya membuat pemohon pinjaman mengeluarkan uang untuk pembuatan kartu ATM atau Buku Tabungan, hal itu memperlambat dan membebani bagi peminjam. Sedangkan di pegadaian peminjam tidak perlu membuat hal semacam itu.

#3 Tanpa dikenakan biaya administrasi

Pegadaian meniadakan biaya admistrasi bagi peminjam yang mengajukan kredit. Hal tersebut guna menghindarkan peminjam terbebani dalam hal proses pencairan pinjaman, dan juga memang tidak ada biaya administrasi di pegadaian untuk membuat buku rekening atau semacamnya.

#4 Jumlah angsuran bisa disesuaikan dengan kemampuan peminjam

Jumlah angsuran ini bisa disesuaikan dengan kemampuan dari peminjam, sebab dalam hal ini peminjam bisa melakukan pembayaran angsuran sesuai dengan kemampuan pada setiap bulannya.

Beda dengan bank yang setiap bulannya harus dilakukan pembayaran angsuran dengan jumlah tetap.

#5 Penerapan sistem bunga menurun

Di pegadaian sistem bungan menurun diterapkan, dimana dalam pembayaran angsuran pinjaman perhitungan bunga disesuaikan dengan jumlah sisa pinjaman.

Oleh karena itulah bila pinjaman masih tersisa kecil maka bunganya juga akan ikut menurun.

#6 Bisa memperpanjang masa tenor pinjaman

Apabila pihak pinjaman tidak bisa membayar angsuran untuk satu bulan, maka masa pengembalian pinjaman bisa mundur atau bertambah panjang karena keterlambatan pembayaran angsuran tersebut.

Namun keterlambatan pembayan ini akan dibebankan pada bunga keterlambatan sesuai dengan perjanjian awal pinjaman.

Baca juga ulasan terkait mengenai aneka macam jenis produk pinjaman dari pegadaian dan syaratnya serta artikel menarik lainnya tentang syarat dan ketentuan mengajukan pinjaman pada bank syariah.

#7 Banyak jenis barang yang bisa di jadikan jaminan pinjaman

Keuntungan dari pegadaian dibanding pinjaman bank yang terlihat jelas adalah banyak jenis barang yang bisa di jadikan agunan/jaminan.

Dimana dalam pegadaian barang apa saja bisa digadaikan, mulai dari barang bergerak atau tidak bergerak, baru atau bekas, besar maupun kecil, selama itu bisa diproses dan bernilai bisa dijadikan sebagai agunan pinjaman. Namun, nominal dari pengajuan pinjaman dihitung dari nilai jual barang tersebut.

Desakan ekonomi bisa terjadi kapan saja, dan kepada siapa saja. Jadi lebih bijaklah dalam memilih pengajuan pinjaman, sebisa mungkin hindari jenis pinjaman dari rentenir ilegal atau koperasi yang menerapkan suku bunga tinggi tanpa adanya legalitas hukum yang sah.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz