Materi strudi kelayakan bisnis dan aspek nya

Cara Melakukan Feasibility dan Manfaat Analisa Studi Kelayakan Bisnis

By: Liza Fazira

Materi studi dan analisa kelayakan bisnis sangat dibutuhkan atau memiliki manfaat bagi semua entrepreneur karena diperlukan pemahaman mengenai pangsa pasar yang ada di masyarakat.

Seringkali disebut dengan feasibility study yang artinya adalah kegiatan yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana usaha yang dilakukan memberikan manfaat layak baik bagi perusahaan serta bagi pembeli. Arti kalimat layak disini adalah mampu memberikan keuntungan bersifat finansial sebab untuk menghindari resiko kegagalan dalam kegiatan usaha produksi.

Perusahaan yang mampu berkembang merupakan perusahaan yang mampu mengadakan analisa kelayakan bisnis secara tepat.

Dengan kemampuan melakukan kegiatan untuk menilai usaha, mengidentifikasi keuntungan yang dapat diraih serta menentukan prioritas perusahaan merupakan tujuan dari analisa ini karena berfungsi untuk menjadi indikator bagi masa depan perusahaan.

Proses analisa ini harus dilakukan dengan teliti dan cermat karena sebagai indikator yang dapat menunjukkan apakah perusahaan tersebut bisa berjalan dengan baik atau tidak.

Pentungnya dan tujuan studi kelayakan bisnis beserta aspek yang ada di dalamnya

Pada saat melakukan analisa ini tidak hanya dilihat secara kasatmata maupun hanya melalui pendapat semata, namun terdapat unsur berupa perhitungan untuk mengukur layak atau tidaknya perusahaan terbentuk.

Perhitungan ini terdapat beberapa model yang bisa dijadikan sebagai patokan pegukuran kelayakan akan suatu bisnis atau usaha dalam perusahaan, antara lain:

#1 Time Value of Money

Arti sederhananya adalah nilai waktu uang atau uang yang didapat saat ini akan lebih berharga nilainya dibandingkan dengan beberapa waktu yang akan mendatang karena terkait dengan adanya inflasi, kebijakan pajak dari pemerintah, perubahan suku bunga, situasi politik yang terjadi.

Walaupun begitu, istilah time value of money ini dapat digunakan oleh perusahaan sebagai dasar pengambilan keputusan untuk jangka panjang

Istilah Time Value of Money ini biasa digunakan untuk pengambilan keputusan jangka panjang dengan penilaian waktu dari uang.

Kondisi Time Value of Money di sebuah perusahaan saat ini memang sudah memegang peranan penting yang tidak bisa dilepaskan. Untuk dapat memahami benar istilah time of value, bisa anda temukan dalam konsep di bawah ini:

  • Tabungan – Merupakan bentuk simpanan yang bisa ditambah jumlahnya dan bisa dikurang dengan melakukan penarikan dengan berbagai macam untuk kebutuhannya.

Segala transaksi penyimpanan dan penarikan selalu tercatat sebagai bukti atas kegiatan yang dilakukan oleh pemilik.

Perusahaan dengan perkembangan yang baik akan menunjukkan saldo yang ada di dalam buku tabungannya selalu bertambah jumlahnya dan semakin lama penyimpanan saldo yang dimiliki semakin berkembang akibat dari bunga yang diberikan dari bank.

  • Pinjaman bank – Bank merupakan instansi pengelolaan uang yang tidak hanya digunakan untuk bantuan penyimpanan uang akan tetapi juga bisa dilakukan dalam proses peminjaman uang. Sistem peminjaman uang ini sering diartikan sebagai kredit tunai di sebuah perbankan.

Bank merupakan salah satu bentuk lembaga keuangan yang berfungsi untuk menyimpan uang serta memberikan modal dana atau yang sering disebut sebagai pinjaman kredit tunai bagi perseorangan maupun perusahaan yang setelah mengajukan pinjaman serta disetujui oleh lembaga keuangan tersebut.

Besar uang yang dipinjam memiliki batas tenggang waktu pengembalian, dengan semakin besar uang yang dipinjam tenor waktu pengembalian yang diberikan semakin panjang dengan bunga cukup kompetitif serta besar. Inilah konsep time value of money yang diberikan bank melalui pinjaman.

  • Asuransi penilaian proyek – Setiap proyek pengerjaan produksi yang dilakukan oleh perusahaan memberikan perjalanan keuangan tersendiri di sebuah perusahaan.

Dalam kegiatan produksi di perusahaan terdapat jaminan atau asuransi yang penilaiannya berdasar lama waktu yang dibutuhkan dalam proses penyelesaiannya. Inilah konsep Time Value of Money yang biasa dijalankan oleh perusahaan.

Simak juga ulasan terkait mengenai fungsi sistem informasi manajemen dan penerapannya serta artikel menarik lainnya tentang perbedaan materi akuntansi perusahaan dagang dan perusahaan jasa.

#2 Break Event Point (BEP)

Adalah suatu teknik yang digunakan untuk mempelajari hubungan antara variabel – variabel keuangan seperti biaya tetap, biaya variabel, keutungan perusahaan dan volume aktivitas atau sebuah titik impas ketika pengeluaran dan pendapatan dalam kondisi seimbang sehingga tidak ada keuntungan maupun kerugian.

Model Break Event Point (BEP) bisa dijalankan untuk perhitungan keuangan di perusahaan ketika perusahaan memang memiliki variabel biaya tetap dan biaya variabel.

Sehingga anada sudah bisa memahami kapan perusahaan bisa memperoleh semua modal yang telah digunakan selama memulai untuk beroperasional bisa kembali utuh bahkan melebihi dari modal yang dikeluarkan. Kedua variabel ini bisa dijelaskan dengan syarat sudah terjadi transaksi terlebih dahulu.

Sebagai contoh perusahaan akan dikatakan sudah beroperasional apabila sudah menghasilkan produk dengan volume tertentu untuk dipasarkan di masyarakat luas.

Adanya produksi maka sebuah perusahaan bisa dikatakan memperoleh keuntungan apabila hasil produksi yang diperoleh dari perusahaan mampu menutupi sebagian atau seluruh biaya variabel dan biaya tetap.

Sedangkan perusahaan yang dikatakan merugi apabila hasil produksi hanya mampu menutupi biaya variabel sedangkan untuk biaya tetap hanya sedikit yang bisa ditutup.

Dari penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan adanya Break Event Point (BEP) membantu menganalisa kelayakan usaha yang ada di perusahaan apakah dapat memberikan keuntungan, kembali modal tanpa ada untung rugi atau bahkan menimbulkan kerugian.

Cara yang dapat dilakukan untuk melakukan analisa kelayakan bisnis ini meliputi :

Menemukan ide – Produk yang akan dihasilkan sebaikanya berpotensi laku di pasaran dan bisa memberikan keuntungan bagi perusahaan. Produk yang bisa laku adalah produk yang memenuhi kriteria benar-benar bisa memberikan manfaat kepada masyarakat luas.

Penelitian menggunakan metode ilmiah – Metode ilmiah yang digunakan adalah mengumpulkan data yang diperlukan, mengolah data menurut teori yang terpercaya, proses analisa dan menintepretasikan hasil pengolahan data menggunakan alat dan menyimpulkan dari hasil penelitian tersebut.

Evaluasi – Cara evaluasi terdapat 3 (tiga) macam yakni mengevaluasi usulan bisnis yang akan dilaksanakan, bisnis yang sedang dibangun, dan bisnis yang sudah beroperasional.

Prioritas usulan – Pada tahapan ini semua usulan diurutkan mulai dari yang sangat diprioritaskan untuk dapat direaliksasikan terlebih dahulu. Apabila terdapat lebih dari satu usulan yang layak untuk dijalankan, maka diperlukan keahian khusus untuk benar-benar dapat memantapkan usul yang dianggap paling penting untuk diwujudkan.

Rencana pelaksanaan – Rencana ini meliputi jenis usaha, waktu yang dibutuhkan untuk mewujudkan usaha tersebut, jumlah dan kualifikasi sumber daya manusia, dana yang harus dipersiapkan, dll tergantung dari jenis usaha yang akan dilaksanakan.

Pelaksanaan – Setelah segala proses perencanaan sudah matang dan sarana pendukung sudah siap, tahap terakhir adalah mengeksekusi secara rutin dari analisa kelayakan usaha yang sudah dilakukan untuk mengetahui kelayakan dari bisnis yang sudah ditentukan.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz