Lebih untung investasi deposito apa reksadana

Lebih Untung Mana Investasi Deposito Di Banding Dengan Reksa Dana Pasar Uang

By: Liza Fazira

Masih bingung memilih investasi lebih untung mana produk deposito perbankan atau reksa dana pasar uang?

Sebaiknya memahami dulu tentang apa perbedaan antara investasi langsung pada deposito dengan reksa dana pasar uang yang mana reksa dana pasar uang adalah jenis yang paling konservatif baik untuk tingkat risiko maupun potensi keuntungan yang dihasilkan.

Sehingga instrument investasi reksa dana pasar uang dinilai lebih cocok untuk investor perorangan maupun untuk institusi.

Sedangkan manfaat daripada reksa dana itu sendiri hampir serupa dengan deposito namun memiliki sedikit perbedaan sebagai berikut:

Nominal untuk melakukan pembukaan rekening dan investasinya

Seperti yang banyak berlaku saat ini pada produk deposito perbankan menetapkan pembukaan deposito berkisar antara Rp 5 juta hinggaRp 8 juta.

Sedangkan untuk pembukaan rekening di reksa dana pasar uang nominalnya jauh lebih kecil yaitu cukup Rp 100 ribu saja.

Bahkan saat ini juga sudah banyak beredar instrument reksa dana pasar uang cukup dengan nominal pembukaan sebesar Rp 10 ribu meskipun belum semua menerapkan hal ini.

Masa (jangka waktu) investasi

Untuk investasi deposito mengunci masa penempatan uang mulai dari 1 minggu, 1 bulan, 3 bulan hingga 1 tahun. Simak lebih detail mengenai 4 jenis investasi jangka pendek paling menguntungkan.

Semakin lama periode penguncian ini maka biasanya semakin besar juga tingkat bunga yang diperoleh investor. Apabila investor melakukan pencairan dana lebih cepat maka ada potensi muncul biaya penalty serta pengurangan bunga.

Pada instrument reksa dana pasar uang tidak memiliki periode penguncian sehingga bisa dicairkan kapan saja sepanjang dilakukan pada hari kerja dan sesuai dengan tata cara penjualan.

Pencairan reksa dana pasar uang juga tidak dikenakan biaya ataupun pinalti seperti yang berlaku pada deposito.

Cara kerja dari kedua instrument investasi ini

Deposito ini pada penempatannya seorang investor sudah di tunjukkan tingkat keuntungan yang pasti misalkan 5 % per tahun untuk penempatan selama 1 tahun. Kemudian keuntungan tersebut akan dibayarkan secara terpisah dari pokok dana awal.

Cara kerja reksa dana sangat berbeda sebab menggunakan ketetapan harga atau Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan (NAB/Up).

Ketika seorang investor membeli reksa dana, ambil contoh pada harga Rp 1.000, kemudian setelah 1 tahun terjadi peningkatan sebesar 5 persen, maka harganya akan meningkat menjadi Rp 1.050.

Investor pada instrument reksa dana tidak akan menerima keuntungan dalam bentuk pembayaran terpisah dari pokok investasi, akan tetapi  hanya dengan menjual reksa dana tersebut maka investor baru dapat mencairkan keuntungan investasinya.

Simak juga ulasan terkait mengenai keunggulan deposito syariah dibanding bank konvensional serta artikel menarik lainnya tentang cara cerdas memilih bisnis investasi untuk pemula.

Tingkat resiko yang ditanggung oleh investor deposito dan reksadana

Resiko terbesar dari instrument investasi deposito adalah ketika bank tersebut mengalami bangkrut atau kepailitan.

Untuk penempatan yang bunga dan nominalnya sesuai dengan penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yaitu Rp 2 miliar dengan bunga maksimal 6,25 persen, apabila bank mengalami pailit, maka dana masyarakat akan diganti oleh LPS.

Risiko terbesar pada investasi reksa dana adalah apabila terjadi fluktuasi harga, untuk lebih memahaminya simak artikel terkait tentang jenis investasi paling aman dan menguntungkan.

Selain deposito, reksa dana pasar uang juga melakukan penempatan pada obligasi jangka pendek di bawah 1 tahun. Harga obligasi tersebut akan naik turun dan hal ini sangat memperngaruhi pada naik turunnya harga reksa dana pasar uang.

Dalam perhitungan jangka pendek besar kemungkinan reksa dana akan mengalami penurunan sedangkan risiko ini tidak akan terjadi pada instrument deposito yang nilai pokok investasinya akan selalu tetap.

Potensi keuntungan yang diperoleh investor (Return)

Besaran bunga yang berlaku untuk investasi deposito sangat beragam sesuai dengan kebijakan masing masing bank.

Bahkan pada nama bank yang sama namun berbeda cabang juga bisa memberikan ketentuan besar bunga deposito yang berbeda.

Hal ini tidak berlaku apabila investor memiliki dana yang besar sudah kisaran miliar maka tingkat bunga deposito yang akan diberikan bank tidak berbeda jauh dari suku bunga penjaminan LPS dan umumnya lebih kecil.

Reksa dana pasar uang hanya mengandalkan kumpulan dana masyarakat untuk menaikkan daya tawar ke bank.

Dengan kumpulan dana yang besar, manajer investasi dapat menegosiasikan tingkat bunga deposito yang lebih kompetitif.

Walaupun investor hanya berinvestasi Rp 100.000, reksa dana pasar uang yang menjadi tujuan investasi mendapatkan bunga dengan standar nasabah prioritas.

Selain itu, manajer investasi juga dapat berinvestasi pada obligasi jangka pendek yang memiliki tingkat keuntungan di atas deposito.

Pajak yang harus ditanggung pihak investor

Nilai keuntungan yang diperoleh dari bunga deposito adalah termasuk subjek pajak penghasilan final sebesar 20 persen.

Pada umumnya ini sudah dipotong langsung oleh pihak perbankan sebelum penghasilan terseut diterima oleh investor.

Sedangkan keuntungan dari reksa dana bukan termasuk objek pajak sehingga tidak akan ada potongan maka yang diterima investor adalah merupakan hasil bersih.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar
wpDiscuz

Future

Zobisnis.COM - Ulasan beragam peluang usaha, motivasi bisnis dan sumber referensi terkini.

Dapatkan informasi aktual mengenai dunia perbankan serta lembaga keuangan lainnya untuk aktifitas finansial anda.

Powered by WordPress | Designed by Era Digital Development